Berita > Arsip Berita
Arsip Berita | Situs
BPOM sita obat ilegal Rp.150 juta dan blokir 83 situs penjual
Gatra.com 8 Oktober 2012
Jakarta, Gatranews - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar hasil operasi Pangea V, Senin (8/10). Acara tersebut digelar di Aula gedung C kantor pusat BPOM, Jakarta Pusat. Turut hadir dalam kesempatan pagi itu adalah perwakilan dari Kejaksaan Agung, Direktorat IV Bareskrim Mabes Polri, Bea Cukai, Kementerian Kesehatan, dan Kemenkomimfo. Instansi-instansi tersebut tergabung dalam Satgas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal. Operasi pangea ini digagas oleh Interpol untuk memberantas obat ilegal maupun palsu. Kali ini Operasi Pangea V bertemakan memberantas obat ilegal yang dipasarkan secara online lewat internet. "Ini merupakan organized crime," kata Lucky Slamet, kepala BPOM, mengawali paparannya pagi itu. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Operasi pangea kali ini berlangsung antara 25 September-2 Oktober 2012 lalu. Tahun ini operasi Pangea diikuti oleh 101 negara, termasuk Indonesia yang baru dua kali ikut. "Ini harus dilakukan secara rutin, gak bisa cuma sekali-sekali," kata Lucky.

Sebelum eksekusi operasi, BPOM sudah mengidentifikasi 83 website yang memasarkan obat ilegal dan atau palsu. Setelah itu, tim satgas terpadu memeriksa 3 sarana distribusi di Jakarta dan 1 di Jojga. Dari situ, tim menyita 66 item obat ilegal. Terdiri dari obat-obatan bantu seksual, penurun berat badan, dan anastesi. "Nilainya diperkirskan Rp.150 juta," cetus Lucky. Tim juga menahan dua orang penjual obat tersebut.

Lewat operasi ini juga, BPOM telah meminta Kemenkominfo untuk memblokir 83 situs penjual obat ilegal ini di internet. Pengakuan dari tersangka yang sudah ditahan, pembeli dalam jumlah besar akan dibukakan website sendiri. "Jadi kayak MLM," katanya. Obat ini ilegal hanya di indonesia atau di luar negeri juga ilegal? Produk ini jelas ilegal, karena tidak terdaftar di BPOM.  Apakah ilegal di tempat lain? Tergantung hukum di negara tersebut. Terkait kandungan, masih diselidiki apakah berbahaya atau tidak. Tapi kalau dilihat kasat mata saja, pasti gak akan disetujui oleh BPOM. "Karena gambar kemasannya saja vulgar," ujar Lucky.

"Walaupun pangea ini hanya kelihatan beberapa kasus, tapi sepanjang tahun kami terus operasi dan memberkas." Kata Lucky lagi. Operasi pangea memang hanya berlangsung satu minggu. Namun informasi-informasi lain yang sudah diperoleh, akan ditindaklanjuti dalam kerangka kerja rutin. "sejak operasi-operasi lalu, kita sudah mengintensifkan pantauan," kata Lucky.

Tantangan berikutnya dari operasi semacam ini adalan untuk mengetahui lokasi pabrik. Apakah di dalam negeri atau di luar negeri. "Tapi dari pengalaman sbelumnya, asalnya dari luar negeri. Misalnya Cina," kata Lucky. Ia juga mengungkapkan bahwa target selanjutnya adalah sosial media, karena penjualan obat semacam ini juga dilakukan lewat jejaring tersebut. "Kalau tidak ada peminat, tentu bisnis ini akan mati sendiri," tutupnya (CMA).

Kembali
Issam
18/12/2012 13:12:36
kan yang nama nya anti kanekr,sebelum kanekr,,kalo misalkan sebelum bisa saja,tdk terjadi kanekr,kalo sudah gmn,sedangkn penyebarn kanekr itu cpt bangt,apalagi kalo udah stadium 4,dan jarang ada yang sembuh,bisa sih sembuh,tp kemungkinan sembuh cuma 50%,,dan hanya bisa bertahan hanya 2 tahun,,,apakh dengan mengkomsumsi itu bisa sembuh total or cuma untuk menahan rasa sakit aja?
Jody
18/12/2012 13:12:23
kan yang nama nya anti kakenr,sebelum kakenr,,kalo misalkan sebelum bisa saja,tdk terjadi kakenr,kalo sudah gmn,sedangkn penyebarn kakenr itu cpt bangt,apalagi kalo udah stadium 4,dan jarang ada yang sembuh,bisa sih sembuh,tp kemungkinan sembuh cuma 50%,,dan hanya bisa bertahan hanya 2 tahun,,,apakh dengan mengkomsumsi itu bisa sembuh total or cuma untuk menahan rasa sakit aja?
 1  Komentar Lainnya >>

Isi Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
Mak [600] Karakter
Verifikasi kode