Bersama > Arsip Berita
| S.T.O.P dengan C.I.N.T.A | Arsip Berita |
BPOM Ingatkan Bahaya Obat Tradisional Palsu
Batam.pos 19 Juni 2010
batampos.co.id - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri mengimbau kepada seluruh masyarakat agar cermat dalam mengkonsumsi obat tradisonal yang belum teruji mutu klinik serta efek sampingnya.

Masyarakat juga diminta turut aktif mengawasi peredaran obat tradisional yang disajikan oleh tempat-tempat pengobatan alternatif yang ada di Batam dan Kepri.

"Selama produk obat yang mereka jual ke pasien bahannya dari herbal (alami) itu tidak masalah karena produk tersebut tak memerlukan izin. Namun bila ditemukan ada bahan kimia yang dipergunakan, kita tindak tegas karena itu menyalahi aturan. Bila masyarakat menemukan segera laporkan ke BPOM," tegas Kepala BPOM Kepri I Gede Nyoman Suwandi, Jumat (18/6).

Kendati begitu, pihaknya tetap melakukan cek dan ricek terhadap obat herbal yang mereka jual ke konsumen. Untuk mengetahui kebenarannya yakni dengan menguji laboratorium.

"Sejauh ini sudah ada tempat pengobatan tradisional yang melanggar dengan menjual obat bukan herbal. Tempat itu adalah Suhendar yang ada di Batam," beber Nyoman.

Sementara itu Nyoman juga menyebut, pihaknya selama ini hanya bertugas mengawasi produk obat yang dijual oleh tempat pengobatan tradisional. Sedangkan masalah perizinan dari tempat pengobatan tradisional tersebut merupakan ranah Dinas Kesehatan Pemko/Pemda setempat.

"Kita tak punya kewenangan untuk menindak izin praktek dari tempat pengobatan tradisional, karena kewenangannya di Dinkes setempat," ujarnya.(cr3)

Kembali

Isi Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
Mak [600] Karakter
Verifikasi kode



Poster
© Copyright 2009 obatpalsu.com. Disclaimer.